Syukuri Apa yang Ada..Hidup adalah Anugrah

Minggu, 28 Maret 2010

Waspada..!! Penyakit 'Zoonosis' Semakin Mengancam

Ancaman penyakit infeksi menular dari hewan ke manusia atau disebut juga 'zoonosis' meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebab itu pemerintah harus memberikan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakitnya.

"Lebih banyak perhatian harus diberikan pada penyakit-penyakit baru yang muncul akibat kedekatan hubungan antara hewan dan manusia yang bisa menular," kata Kepala Pengembangan Program pada Divisi Pengembangan Kapasitas Kesehatan Masyarakat Global di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, Henry Walke, di Atlanta, Rabu (10/3).

CDC, kata Walke, memiliki perhatian khusus pada upaya pengendalian zoonosis di berbagai negara. Hal itu, menurutnya, harus dilakukan mengingat selama ini sebagian besar wabah penyakit menular baru, disebabkan oleh zoonosis. Termasuk diantaranya influenza A H5N1 atau flu burung dan influenza A H1N1 atau flu babi.

Terkait hal itu, dia mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk dan hewan yang tinggi diharapkan memberi perhatian khusus terhadap upaya pengendalian penyakit tersebut. Sebab, negara-negara dengan risiko penularan zoonosis tinggi harus meningkatkan kapasitas dalam mendeteksi dan merespon zoonosis.

"Infrastruktur kesehatan masyarakat harus disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kejadian luar biasa penyakit-penyakit seperti ini," tuturnya.

Keberadaan sistem intelijen epidemi, juga sangat penting untuk mendeteksi secara cepat kemunculan zoonosis yang berpotensi menimbulkan wabah penyakit dan pandemi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Indonesia, Tritarayati mengatakan, pemerintah Indonesia telah mempunyai sistem pengendalian penyakit zoonosis. Pemerintah, kata dia, berencana membentuk komite yang khusus menangani pengendalian penyakit zoonosis.

"Tapi zoonosis memang belum menjadi prioritas utama. Prioritas utama pemerintah masih pada pengendalian penyakit menular yang prevalensinya tinggi dan dampaknya besar seperti DBD, tuberkulosis, malaria, dan HIV," katanya.

sumber : http://suaramerdeka.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar