Syukuri Apa yang Ada..Hidup adalah Anugrah

Minggu, 28 Maret 2010

Wow.... Ada Nasi Kobong "BBM" di Blora.....



Makan di warung makan, kafe, atau restoran yang sudah terkenal sekali pun, barangkali bukan sesuatu yang baru. Asal ada uang, hasrat untuk makan di tempat-tempat mewah, tidaklah menjadi soal. Tetapi, adakah masakan atau makanan yang murah, namun bisa memenuhi hasrat untuk makan sesuatu yang berbeda dan penuh sensasional?

Salah satu jawabannya, barangkali Nasi Kobong "BBM" di Jalan Dokter Sutomo, Blora, tepatnya disamping RSUD dr R Soetijono. BBM sendiri bukan singkatan dari "Bahan Bakar Minyak", tetapi akronim dari "Bener-bener Mblora."

Adalah Delta Mardani, pemuda Jl Manyar 2 RT 2 RW 5 No 24, Perumnas, Blora, yang memiliki ide mencoba membuat menu baru yang murah, tetapi rasanya bisa bikin pelanggannya ketagihan.

Nasi Kobong "BBM" sendiri bermula tanpa sengaja, yakni saat ia duduk menunggu pelanggan di warung angkringannya yang buka dari pukul lima sore, pemuda yang sehari-hari biasa disapa Dani Kobong, melihat alat untuk membakar berbagai makanan kecil, hanya mangkrak kalau tidak ada pesanan untuk membakar sate, atau menu lain yang diinginkan pelanggan.

Akhirnya, ia pun iseng untuk mencoba membakar nasi yang sebelumnya dibungkus terlebih dahulu. Hasil dari uji cobanya, itupun ia cicipi. Hasilnya, ia menemukan sesuatu yang berbeda. Rasa nikmat yang tidak biasa. Lalu ia coba mencampur daging ayam yang diiris kecil-kecil (disuwiri). Pada giliran selanjutnya, ia juga mencampur dengan daging pindang.

"Awalnya coba-coba, tetapi akhirnya jadi keterusan. Nasi kobong, saat ini bahkan jadi menu favorit yang banyak dicari," kata pemuda yang mengaku pernah bekerja di angkringan Tiga Ceret, di Jalan Kaliurang, Yogya.

Ia menjeskan, nasi bungkus kobong yang dibuatnya, menggunakan daun pisang khusus. "Tidak semua daun pisang bisa dibuat untuk membukus nasi yang dibakar. Ini daun yang sama untuk buat lontong atau lentog," terangnya.

Saat ini, menu nasi kobong yang ditawarkan, masih dua rasa. Yaitu nasi kobong dengan campuran ayam dan pindang. "Tetapi saya mau nambah. Pilihannya saya akan mencoba dengan jamur," paparnya.

Untuk menikmati sensasi nasi kobong BBM, memang harus cepat. Karena dari pukul lima sore ia membuka angkringannya, habis isya', biasanya nasi kobong sudah habis. "Sehari saya cuma membuat empat kilogram nasi kobong. Lainnya nasi bungkus biasa," ujarnya.

Murah Meriah

Untuk menikmati menu nasi kobong ini, anda tidak perlu merogoh kocek banyak. Hanya Rp 2000 per satu nasi kobong.

Pelanggan yang datang tinggal memilih, Nasi Kobong yang rasa ayam atau pindang. Lalu dengan cekatan, Dani Kobong akan segera melaksanakan tugas secepatnya, agar pesanan cepat tersaji.

Selain menjajakan nasi kobong, Dani juga menyajikan menu lainnya semisal sate ayam, tahu, tempe, rempelo ati dan lainnya, yang juga dibakar untuk melengkapi sensasi nasi kobong yang ditawarkan.( Rosidi / CN13 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar