Syukuri Apa yang Ada..Hidup adalah Anugrah
Tampilkan postingan dengan label FENOMENA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FENOMENA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2010

Mengapa di Indonesia Sering Terjadi Gempa?

ANDA yang sudah menonton film Kiamat 2012 tentu masih terkesan dengan adegan-adegan spektakuler yang dihadirkan sutradara Roland Emmerich. Salah satunya adegan gempa bumi berkekuatan di atas 9 skala Richter yang melanda seluruh dunia, yang sanggup mengundang tsunami global setinggi hingga 1.500 meter. Visual gempa bumi memang selalu mengerikan dan membuat kita menahan napas.

Gempa bumi selalu datang tak terduga dan sulit diramalkan, namun guncangan-guncangannya juga membangkitkan rasa keingintahuan manusia tentang penyebabnya. Di Film Kiamat 2012, tampak nyata betapa penelitian-penelitian yang dilakukan manusia itu berperan dalam upaya menghindari datangnya bencana yang lebih besar.

Sebenarnya apa sih penyebab gempa bumi? Dalam ilmu kebumian, dikenal beberapa penyebab terjadinya gempa bumi. Pertama karena pergerakan magma dalam gunung berapi biasa disebut gempa vulkanik. Kedua karena pergeseran lempeng-lempeng bumi, (gempa tektonik). Ketiga karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam.

Contoh kasusnya adalah Dam Karibia di Zambia, Afrika. Keempat karena injeksi atau akstraksi cairan dari dan ke dalam bumi. Contoh kasusnya biasanya terjadi pada beberapa pembangkit tenaga listrik panas bumi. Kelima, disebabkan oleh bahan peledak atau disebabkan oleh manusia (seismitas terinduksi). Umumnya di Indonesia gempa pada dua tipe pertamalah yang banyak terjadi.

Tektonik Lempeng

Penyebab gempa bumi yang paling sering adalah karena pergeseran lempengan bumi (tektonik). Gempa tektonik terjadi karena gerakan dari berbagai lempengan bumi baik besar maupun kecil yang membentuk kerak bumi. Lapisan kerak bumi yang keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak.

Teori dari tektonik lempeng (plate tectonic) menjelaskan, permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri atas kerak dan selubung atas. Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu mengapung dan bergerak di atas astenosfer yang lebih cair.

Gerakan lempeng-lempeng tektonik diduga disebabkan oleh adanya arus konveksi di dalam lapisan mantel bumi. Arus konveksi yang diduga terbentuk akibat adanya pemanasan yang bersumber dari inti bumi tersebut, pada tempat-tempat tertentu naik ke permukaan, kemudian menyebar horisontal meninggalkan tempat naiknya. Di tempat lain arus itu masuk ke dalam mantel lagi. Arus itulah yang menghanyutkan lempeng-lempeng yang mengapung di atasnya. Maka, lempeng-lempeng selalu bergerak kadang-kadang gerakannya saling menjauhi (divergent), saling berbenturan (convergent), dan saling bergesekan.

Daerah tempat lempeng-lempeng itu saling bertemu disebut batas lempeng (plate boundary) yang dapat dilihat pada gambar 1. Ada tiga macam batas lempeng, yaitu pertama, batas lempeng divergen yang disebut juga pusat pemekaran (spreading centre).

Pada jalur ini arus konveksi naik ke permukaan kemudian menyebar ke samping, maka kerak bumi terbelah kemudian terseret ke samping meninggalkan pusat pemekarannya. Arus ke atas ini membawa serta bahan-bahan dari mantel bumi yang kemudian membeku sesampai di permukaan membentuk Igir Tengah Samudera (middle oceanic ridge). Kerak yang baru terbentuk itu adalah kerak samudera. Dengan demikian, berarti kerak samudera selalu bertambah pada pusat pemekaran

Kedua, batas lempeng konvergen yang disebut juga zona penunjaman atau subduksi (subduction zone). Pada zone ini arus konveksi masuk kembali ke dalam mantel. Maka, lempeng-lempeng yang hanyut di antaranya saling mendekat dan berbenturan (convergent). Lempeng samudera yang densitasnya lebih besar mengalami penunjaman (menukik masuk ke dalam mantel bumi), kemudian lebur ditelan oleh cairan mantel bumi.

Endapan laut asal darat yang menempel di atasnya dibawa masuk ke dalam bumi. Namun, sebelum sampai ke dalam bumi, lapisan endapan laut yang bersifat granitis itu telah mengalami peleburan (melting) menjadi magma granitis. Magma cair itu kemudian menyusup ke dalam lempeng benua yang berada di atasnya menjadi batuan intrusif atau plutonik. Bila tekannya cukup besar, magma yang terbentuk itu dapat mencapai permukaan bumi sebagai gunung api.

Lempeng benua karena berat jenisnya lebih rendah daripada lempeng samudera, maka tak pernah mengalami subduksi melainkan akan naik di atas lempeng samudera sambil terlipat, tersesar. Dan, tertelankan membentuk pegunungan-pegunungan di permukaan bumi dengan batuan plutonik-granitik sebagai intinya. Bila yang muncul adalah gejala vulkanisme, maka terbentuklah sederetan gunung-gunung api seperti di Indonesia.

Pada jalur benturannya ditandai dengan terbentuknya palung laut dalam, semakin ke arah benua dijumpai berturut-turut igir bawah laut (submarine ridge) nonvulkanis yang berupa rangkaian pulau-pulau kemudian daerah cekungan belakang yang relatif sudah stabil.

Daerah cekungan belakang ini pada umumnya merupakan zona deposit hidrokarbon yang sangat potensial, seperti di laut Jawa. Contoh zona subduksi yang sangat besar di Indonesia adalah subduksi lempeng samudera Hindia-Australia yang menukik di bawah lempeng benua Eurasia membentuk palung laut selatan P Jawa, rangkaian busur nonvulkanik di pulau-pulau sebelah barat Sumatera, rantai gunung berapi memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, kemudian berbelok ke utara menuju Pulau Maluku, dan berlanjut ke Pulau Sulawesi. Penunjaman ini pula yang menyebabkan gempa sering terjadi di Indonesia.

Bila yang berkonvergensi dua lempeng benua, maka tidak terjadi subduksi, sebab keduanya akan terangkat ke atas dan saling bertautan (bersenyawa) bagaikan jahitan pada bekas luka operasi medis membentuk pegunungan tinggi, seperti pegunungan Himalaya. Dalam peristiwa ini tak timbul gejala vulkanik, karena tidak ada melting di dalam kerak bumi. Namun, benturan yang amat dahsyat itu mengakibatkan kerak bumi di sekitarnya retak-retak dan menjadi daerah yang sangat rawan gempa.

Ketiga, batas lempeng transform (transform bourding) atau patahan transform disebut juga batas lempeng pasif, karena di sini tidak terjadi konvergensi maupun divergensi. Sebuah lempeng terbelah kemudian saling bergesekan dengan arah yang berlawanan. Disebut patahan transform, karena suatu igir tiba-tiba berpasangan dengan lembah atau daratan. Tidak banyak gejala yang ditimbulkan pada batas lempeng transform ini kecuali sebagai pusat gempa.

Arus konveksi di dalam mantel bumi berjalan terus sepanjang masa. Kecepatan arus konveksi tak selalu ajeg. Suatu saat arus itu menyentak dengan kecepatan yang tinggi. Dalam kecepatannya yang wajar sehari-hari, gerakan lempeng sebagai akibat arus konveksi tak dikirakan manusia, tetapi bila kecepatan mendadak dengan kuat terhadap lempeng benua, maka bergeraklah kerak bumi di sekitarnya.

Peristiwa subduksi lempeng samudera berakibat banyak sekali, seperti pengangkatan, pelipatan, dan penyesaran kerak benua di atas zona subduksi. Pada peralihan antara kerak benua dan kerak samudera terjadi peleburan, penyusupan, penerobosan magma di permukaan bumi. Zona subduksi ini juga menjadi pusat gempa di samping pusat-pusat gempa yang terjadi pada kedua batas lempeng yang lain. Zona pusat gempa disebut juga zona Benioff. Zona Benioff di sebelah selatan P Jawa oleh JA Katili dinamai Benioff-Wadati.

Di samping akibat yang membahayakan, tektonik lempeng merupakan tenaga alam yang menghasilkan jebakan mineral. Menurut JA Katili, di Indonesia endapan yang berasosiasi dengan subduksi ini menduduki tempat yang penting. Busur kepulauan Indonesia adalah hasil interaksi dari benturan 3 blok kerak bumi atau lempeng raksasa, yaitu Hindia-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Sebagai contoh, endapan kromit dan nikel di Indonesia Timur berasosiasi dengan zona benturan Papua dan Sulawesi.

Endapan mineral yang berasosiasi dengan busur magmatik-vulkanik di Indonesia digolongkan dalam tipe endapan pirosomatik dan hidrotermal, termasuk di dalamnya endapan tembaga, perak, timah, molibdenum, wolfram, antimon, emas, merkuri, mangan, dan kromium. Sedangkan, minyak bumi, gas alam, dan batubara ditemukan dalam cekungan busur belakang yang terletak di belakang busur vulkanik.
Gelombang Gempa

Pada dasarnya, terjadinya gempa bumi itu disebabkan oleh pelepasan energi secara mendadak ketika selip terjadi diratakan pada kerak bumi. Energi itu terakumulasi akibat tekanan oleh pergerakan tektonik. Tekanan ini menyebabkan tegangan di kerak bumi. Ketika tegangan itu sudah melampaui ambang batas elastisitas kerak, maka kerak akan patah sehingga terjadilah pelepasan energi itu. Tempat kerak yang terpatahkan di mana gempa bumi berasal itulah yang disebut hiposenter. Titik proyeksi hiposenter ke permukaan bumi disebut episenter.

Gelombang gempa bumi yang dilepaskan akibat kerak yang patah akan merambat melalui kerak dengan dua cara, yaitu Gelombang P (push-pull = tarik-ulur) dan Gelombang S (shear = geser). Gerakan gelombang P menyebabkan kerak bumi bergerak berulang-ulang, memanjang, dan mengerut searah dengan arah gerakan gelombangmya. Sementara gesekan gelombang S menyebabkan kerak bumi bergerak ke kiri dan ke kanan tegak lurus terhadap arah gerakan gelombangnya.

Gelombang P dan S masing-masing memiliki kecepatan 5 dan 3 km/detik. Itulah sebabnya Gelombang P sampai ke seismograf lebih cepat daripada Gelombang S, sehingga Gelombang P sering disebut sebagai gelombang Primer dan gelombang S disebut sebagai gelombang sekunder.

Ketika mencapai permukaan bumi, gelombang gempa bumi merambat dalam dua jenis pergerakan yang disebut gelombang Rayleigh dan Gelombang Love. Rayleigh adalah nama seorang ahli fisika Inggris (Baron Rayleigh). Loves adalah nama seorang ahli matematika Inggris, AH Love.

Gelombang Rayleigh menyebabkan permukaan bumi bergerak naik-turun, sedangkan gelombang Lovde menyebabkan permukaan bumi bergerak ke samping kanan dan kiri.

Kedua gelombang ini memiliki frekuensi yang lebih rendah daripada gelombang P dan S, namun memiliki amplitude yang lebih besar. Kedua gelombang inilah yang bertanggung jawab terhadap segala kerusakan ketika terjadi gempa bumi. (Amien Nugroho-37)

sumber : http://suaramerdeka.com/

Jumat, 26 Februari 2010

Misteri Wajah Manusia di Planet Mars


Bangsa Yunani, juga Romawi, mengasosiasikan warna merah dengan perang, sehingga menamainya sebagai Ares atau Mars, yang artinya sang dewa perang.

Misteri Mars sedikit terkuak dengan ditemukannya teknologi teleskup optik pada abad ke-19. Dimulai dari Giovanni Schiaparelli tahun 1877, saat ia mengobservari kanal-kanal di Mars. Kata canali (canal) yang seharusnya diterjemahkan menjadi “channels” dalam bahasa Inggris, secara keliru diterjemahkan menjadi “canals”, yang konotasinya merupakan saluran buatan.

Karena disebut sebagai canals, orang lalu menganggap ada makhluk cerdas (ETI- Exstraterrestrial intelegence) di Mars yang telah membuatnya. Untuk membuktikan hal itu, seorang astronom Amerika Percival Lowell melanjutkan pengamatan planet merah dengan teleskop di Flagstaff, Arizona, sekitar tahun 1896.

Berdasarkan penelitiannya, ia yakin Mars adalah planet kering dan mati. Disimpulkan Lowell, penghuninya mengalami kekeringan lalu membangun kanal-kanal untuk menyalurkan air dari kutub Mars. Kesimpulan Lowell itulah yang dijadikan bahan cerita novel karangan HG.Well berjudul The War of the World (1898) dan Edgar Rice Burroughs yang mengisahkan seorang pangeran dari Mars (A Princess of Mars, 1917), yang makin membuat publik penasaran sampai 50 tahun kemudian (1964) Amereka Serikat untuk pertama kalinya berhasil mengirim wahana antariksa Mariner 3 ke Mars. Sejak itulah upaya eksplorasi Mars berkembang sedemikian pesatnya.

Pada 25 Juli 1976 wahana antariksa Viking 1 buatan NASA mengambil gambar pada suatu lokasi di Mars yang diberi nama ‘’Sosok Wajah Manusia di Mars’’ (face of Mars), seperti sebuah patung wajah manusia (humanoid) berukuran raksasa yang memandang langit. Enam hari kemudian pada 31 Juli, NASA mengumumkan kepada media massa tentang keberadaan sesuatu yang menyerupai kepala manusia.

Dikatakan citra tersebut terbentuk akibat perpaduan sinar matahari yang datang dari arah tertentu menurut ketinggian dan besaran sudut terbitnya Matahari dari ekuator Mars dan profil permukaan benda yang terkena sinar Matahari tersebut.

Proses itu menghasilkan bayangan benda yang memunculkan kesan menyerupai mulut, hidung, dan mata manusia. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa foto ‘’wajah di Mars’’ tersebut kemudian menyebar dalam berbagai bentuk spekulasi mengenai cara terbentuk dan maksudnya. Apalagi di dekatnya ada objek yang menyerupai sebuah piramida.

Bagi sebagian penggila petualangan antariksa, mengartikan ‘’wajah di Mars’’ beserta piramidanya memiliki kemiripan dengan pembuatan gugus piramida di Mesir ribuan tahun silam, yang saat ini wilayah itu hanyalah sisa peninggalan sebuah peradaban yang telah hancur.

Ide adanya makhluk cerdas (ETI) dari Mars berulang kembali melalui foto di atas dan tersebar luas dalam berbagai bentuk media, baik artikel di media massa, cerita fiksi ilmiah ataupun website. Seberapa pun gencarnya spekulasi masyarakat, pandangan sains tetap tidak beranjak dari ‘’wajah di Mars’’tersebut hanyalah rekaan imajinasi aras permukaan Mars.

Dua dasawarsa kemudian, pada April 1998, Mars Global Surveyor melalui Mars Orbiter Camera (MOC) mengambil gambar ‘’wajah di Mars’’ untuk lebih menyelesaikan fenomena yang sebenarnya. Pengamatan serupa diulang pada tahun 2001. Sayangnya, foto yang dihasilkan Mars Global kurang tajam dan memerlukan konformasi lebih lanjut.

Pengamatan Mars Express

Baru kemudian pada April 2004 hingga Juli 2006, wahana antariksa orbiter buatan Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA), Mars Express, berhasil memotret daerah Cydonia (Cydonia region), yakni tempat ‘’wajah di Mars’’ itu berada pada 40o,75í lintang utara dan 9o.46î bujur timur ñ menggunakan kamera beresolusi tinggi (High Resolution Camera- HRSC). Pemotretan tersebut berhasil memperoleh gambar tajam yang belum pernah dihasilkan hingga sekarang ini.

Meskipun diganggu debu dan kabut atmosfer Mars serta faktor ketinggian lokasi orbiter, baru pada 22 Juli diperoleh gambar yang paling tajam dengan resolusi 13,7 m/piksel dan direkonstruksi dalam bentuk tiga dimensi di berbagai sudut pandang atau sudut perspektif.

Pencapaian teknologi dari HRSC Mars Express dalam bentuk foto, dikatakan oleh Dr Augustine Chicaro, sungguh spektakuler dan bukan hanya menyediakan gambar yang jernih dan tajam dari objek yang begitu terkenal di kalangan penggila mitologi antariksa, namun juga menggugah kalangan ahli geologi keplanetan (planetary geologist) untuk meneliti lebih jauh.

Mengundang Minat

Berbeda dengan kalangan penggila mitologi antariksa yang luntur minatnya setelah menyadari bahwa ‘’wajah di Mars’’ terbentuk secara alamiah, kalangan geolog justru bertambah minat. Pertanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana profil ‘’wajah di Mars’’ bisa terbentuk?

Daerah Cydonia berada di wilayah Arabia Terra yang merupakan wilayah peralihan dari dataran tinggi wilayah selatan dan dataran landai wilayah utara. Wilayah peralihan ini memiliki karakteristik membentang luas, berlembah-lembah yang diisi meteorit dan terkurung bukit-bukit kecil dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Di sekitar daerah Cydonia, permukaan tanahnya semakin menurun ke ‘’wajah di Mars’’ dan semakin banyak keberadaan bukit-bukit kecil atau berbagai benda yang tersusun dari batuan dan es yang berukuran lebih kecil. Diperkirakan aliran lava telah menutupi daerah itu yang mengakibatkan penumpukan material di bagian barat ‘’wajah di Mars’’ yang kemudian tererosi miring ke bawah.

Lokasi ini juga mencerminkan pernah terjadi perpindahan material dari wilayah utara ke selatan yang diperlihatkan oleh pergerakan batuan yang mengikuti lereng yang bisa ditemui di kaki objek yang mirip piramida. Nah, sebuah mitologi telah dipatahkan. Misteri terungkap, tapi akan terus muncul pertanyaan baru lainnya. (Amien Nugroho-37)

sumber ; http://suaramerdeka.com/

Kamis, 25 Februari 2010

Maraknya Pembuangan bayi

Durensawit, Warta Kota. DALAM dua bulan terakhir kasus pembuangan bayi di Jakarta marak. Sebelas bayi dibuang, sembilan di antaranya ditemukan sudah meninggal.Kasus terbaru, akhir pekan lalu sesosok mayat bayi lelaki ditemukan sudah membusuk di tempat pembuangan sampah di permukiman warga Jalan Malakasarl RT01/09 Kelurahan Malakasari. Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur, tak Jauh dari Universitas Darma Persada, Jakarta Timur.

Menurut Juned (32). warga sekitar, mayat bayi tersebut ditemukan oleh seorang pemulung sekitar pukul 13.00. Bayi tersebut dibungkus kantong kresek berwarna hitam lalu dimasukkan ke dalam sebuah tas tangan berwarna hitam."Kata pemulungnya dia lagi milih-milih sampah Lalu dia mendapat tas hitam yang di dalamnya ada kantong plastik hitam yang temya-ta berisi mayat bayi yang sudah membusuk," katanya saat ditemui Warta Kota di lokasi kejadian.

Pemulung Itu lalu melaporkan temuannya ke warga yang meneruskannya ke polisi. Menurut Juned, saat ditemukan bayi itu dalam keadaan polos dan di leher bayi tersebut melingkar kain yang melilitnya. "Sepertinya usia bayi baru beberapa hari," katanya.Ia menduga bayi tersebut sengaja dibunuh oleh orangtuanya lalu dibuang ke tempat pembuangan sampah di pemukiman warga Malakasarl, Durensawit. Jakarta Timur. "Soalnya, bayi Itu dibungkus rapi di tas tangan warna hitam dan kantong plastik. Jadi pasti sengaja dibunuh lalu dibuang," katanya.Kapolsek Durensawit Kompol Titik Setiowati mengatakan pihaknya langsung mengevakuasi bayi tersebut ke RSCM guna diotopsi. Ia mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan akan mengusut kasus Ini lebih Jauh. "Sebab Ini bisa menjadi dugaan tindak pidana pembunuhan, sekalipun pelakunya adalah orangtuanya," ujarnya.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat, dalam dua bulan pertama di tahun 2010 sedikitnya sepuluh bayi dibuang orangtuanya. Hanya satu persen saja kasus pembuangan bayi yang terungkap. Sepanjang 2009 ada 186 bayi yang dibuang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dari Jumlah Itu. 68 persen bayi yang dibuang itu ditemukan dalam keadaan meninggal.Ketua Komnas PA Seto Mulyadi mengatakan, pembuangan bayi ini adalah fenomena gunung es. "Yang kita catat itu yang ketahuan atau terlaporkan. Sebenarnya yang tidak ketahuan itu lebih banyak lagi." tuturnya. Bayi dibuang orangtuanya antara Iain karena masalah ekonomi, hasil korban pemerkosaan, dan hasil pergaulan bebas. Seto menegaskan, semua bayi punya hak untuk hidup.

sumber : http://bataviase.co.id/

Maraknya Penjualan Bayi di Kampung Beting

Jakarta: Sudah menjadi rahasia umum bahwa penjualan bayi marak di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Lilitan kemiskinan membuat sekitar seribu kepala keluarga di tempat itu gelap mata hingga menjalankan praktik jual-beli bayi.

Kampung Beting pada era 70-an adalah lahan garapan warga untuk bercocok tanam. Pada 90-an, PT Kotindo Karya mengklaim kepemilikan tanah tersebut. Barulah pada 2001, Badan Pertahanan Negara mengeluarkan surat pernyataan pembebasan tanah tersebut dari PT Kotindo Karya. Sehingga, tanah tersebut menjadi milik negara.

Namun, bukannya menjadi lebih baik, keadaan Kampung Beting justru makin parah. Kawasan itu bagai tak diakui keberadaannya oleh pemerintah. Tidak ada RT-RW atau struktur pemerintahan lainnya di tempat itu. Penduduknya pun sama sekali tidak mendapat jaminan kesehatan masyarakat.

Dengan latar belakang itu muncul ide yang tidak rasional. Untuk sekadar bertahan hidup, warga di tempat itu nekat menjual janin di rahim kaum perempuannya. Aminah, misalnya. Dengan lancar dan tanpa rasa bersalah, ia memberikan kedua bayinya kepada orang lain demi imbalan Rp 1 juta.

Ternyata, langkah itu diikuti oleh ibu-ibu muda lain. Sempat ditemukan, seorang ibu berusia 17 tahun tega menjual bayinya. Ia menyerahkan sang jabang bayi kepada seseorang yang dipanggil "tante".

Tante yang dimaksud adalah seorang ibu yang telah delapan tahun tinggal di Kampung Beting dan telah lama mempekerjakan ibu muda tadi di toko kelontong miliknya. Karena tak sanggup membayar biaya persalinan, maka ia "rela" menggantinya dengan hak kepemilikan anak.

Pemindahan hak kepemilikan anak biasa terjadi di Kampung Beting. Ada yang menyebutnya sebagai penjualan bayi. Tapi, ada juga yang menolak disebut penjualan bayi dan lebih senang dibilang "pengalihan hak asuh anak". Ironisnya, hal itu banyak terjadi di klinik yang letaknya tak jauh dari Kampung Beting.

Bidan di tempat itu memang mengaku tidak tahu-menahu soal transaksi penjualan anak. Kenyataannya, janin di dalam kandungan pun sudah diincar beberapa orang untuk dipindahtangankan. Hal itulah yang dilakukan Ibu Dini, pertengahan Februari lalu.

Ia menjual bayinya karena ingin membayar hutang. Padahal, uang itu akan digunakannya untuk mengganti handphone yang dicuri dari pemilik kontrakan. Setelah wartawan mempertanyakan persoalan itu, akhirnya penjualan janin itu pun urung dilakukan.

Di luar kasus-kasus itu, banyak juga warga yang merawat anaknya dengan kasih sayang. Misalnya saja, Erna.

Di sebuah rumah sederhana dengan dinding triplek, Erna merawat dan memberikan perhatian penuh kepada anaknya --yang belum atau tidak dijualnya. Seorang putranya telah dialihtangankan kepada seseorang demi membayar biaya persalinan sebesar Rp 2 juta.

Modus penggantian biaya persalinan, lagi-lagi, menjadi alasan utama untuk memindahtangankan bayi yang baru lahir kepada orang lain. Tidak hanya itu, tanpa ragu, Erna juga menunjukkan surat pernyataanyan soal transaksi pengalihan anak yang ditulis dan ditandatanganinya di atas sebuah materai atas dasar sukarela, dua tahun salam.

Sungguh, kemiskinan telah mendorongnya ke situasi yang sangat memprihatinkan. Anak, yang sejatinya adalah titipan Sang Khalik, justru diperjualbelikan kepada orang lain demi uang yang tak seberapa.

Menurut Lembaga Sosial Masyarakat setempat, sebanyak 26 kasus penjualan janin terjadi di Kampung Beting dalam sepuluh tahun terakhir ini. Sebaliknya, seorang tokoh masyarakat setempat, Haris, membantah tuduhan itu.

"Di Kampung Beting tidak ada penjualan bayi atau janin. Yang ada hanyalah pindah tangan bayi tanpa proses adopsi yang legal," kata Haris. Lantas, apa bedanya?

Psikolog Universitas Indonesia Ida Ruwaida berpendapat, situasi itu sebagai pergeseran nilai di masyarakat. Sebab, katanya, peran negara dalam melindungi generasi penerusnya sangat minimal.

Keadaan itu bisa jadi sedikit beruntung dibandingkan bayi yang dibuang di tempat umum atau tempat sampah. Yang pada akhirnya, mereka menghuni panti asuhan. Di Panti Asuhan Balita Tunas Bangsa Cipayung, Jakarta Timur, misalnya.

Karena banyaknya anak yang buang dan harus ditampung di panti asuhan milik Dinas Sosial DKI Jakarta, maka daya tampungnya melebihi kapasitas. Idealnya, panti itu hanya merawat maksimal 60 anak.

Melihat keadaan itu, sekali lagi, memberikan gambaran soal nasib segelintir anak-anak Indonesia yang terpinggirkan. Bisa jadi faktor ekonomi didapuk sebagai pemicu utama tingginya angka penjualan bayi dan anak-anak. Dibandingkan kota-kota lain di Tanah Air, Jakarta menempati posisi kedua sebagai daerah dengan kasus perdagangan anak tertinggi setelah Jawa Barat.

Sesuai undang-undang, seharusnya negara bertanggung jawab melindungi nasib para tunas muda di negeri ini. Namun, tugas itu kerap kali terabaikan. Sindikat perdagangan bayi di Tanah Air merajalela. Bahkan, sebagian besar bayi dan anak diperdagangkan secara domestik atau regional hingga benua Asia dan Eropa. Baik dilakukan sindikat yang terorganisir maupun yang bersifat pribadi, seperti di Kampung Beting.

Apa pun alasannya, anak-anak tersebut butuh perhatian kita. Adopsi atau pengangkatan anak menjadi alternatif menyelamatkan nasib mereka. Namun, harus melalui prosedur legal.

Melihat keadaan demikian, negara beserta perangkatnya harus lebih aktif melindungi tunas bangsa. Tujuannya, agar kesedihan para ibu-ibu yang telah menyerahkan anaknya kepada orang lain --dengan imbalan uang ala kadarnya-- tidak menjadi penyesalan yang terlambat.

sumber : http://berita.liputan6.com/

Longsor di Bandung, Puluhan Tertimbun. Sudah 6 Orang Meninggal Dunia



BANDUNG -
Lebih dari 60 orang dari 35 kepala keluarga (KK) di Kampung Dewata, RW 11 Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, tertimbun longsor, sekitar pukul 08.00, Selasa (23/2). Hingga pukul 19.00, tercatat enam warga tewas. Mereka, yakni Echa (1), Ina (25), Yulis (19), Iis (20), Kisman (22), dan Ma Otih (60).

Diprediksikan, jumlah korban masih bisa bertambah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan, petugas bersama warga sekitar masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun bongkahan longsor.

Lokasi longsor merupakan perumahan karyawan BKSDA Jabar I PT Chakra Perkebunan Teh Dewata. Warga yang selamat pun segera dievakuasi. Sementara itu, korban meninggal langsung dibawa keluarga masing-masing. Pencarian korban terpaksa dihentikan pukul 18.00 karena peralatan yang terbatas dan sulit dilalui kendaraan berat seperti backhoe.

"Kebanyakan yang tertimbun adalah karyawan pabrik karena lokasi longsor merupakan mes pegawai. Selain itu, ada juga beberapa fasilitas lain yang terkubur seperti pabrik dan gedung olahraga," ujar Tatang Somantri (52), kepala Satpam Perkebunan Teh Dewata.

Menurutnya, longsor diawali suara ledakan yang sangat keras. Bahkan, kantor induk dan posko satpam terlempar hingga 30 meter. Longsor merupakan limpahan tanah dari Gunung Waringin yang tidak jauh dari lokasi.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bandung Juhana Atmawisastra mengatakan, longsor menimbun 20 hingga 35 hektare lahan dan perumahan. Satu unit kendaraan berat pun diturunkan meski harus menempuh medan yang curam. Dari Soreang, arah ke lokasi longsor mencapai 70 kilometer dan harus menempuh jalan terjal berbatu.

"Kita kesulitan mencari data siapa saja yang tertimbun karena kantor RW juga terkena longsor. Kita sendiri terlambat menerima informasi karena jarak yang jauh dan tidak ada sinyal handphone," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus mengatakan, terpaksa menghentikan proses evakuasi karena terbatasnya sarana. Petugas di lapangan pun kesulitan melakukan evakuasi. Rencananya, hari ini evakuasi akan dilanjutkan untuk mencari korban yang masih tertimbun.
"Kita sudah menyiagakan petugas dan ada bantuan juga dari Polda Jabar. Setidaknya kita akan menurunkan personel sebanyak empat kompi," paparnya.

Longsor juga menyita perhatian banyak pihak. Hingga semalam, bantuan dari berbagai institusi terus berdatangan ke lokasi. Jalan yang buruk membuat antrean panjang di beberapa titik menuju lokasi longsor.

Sepanjang jalan, terlihat sejumlah kendaraan seperti dari Brimob Polda Jabar, Polres Bandung, RS Sartika Asih, Pemkab Bandung, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan lain-lain. Sementara, rombongan Bupati Bandung Obar Sobarna dan staf baru datang ke lokasi sekitar pukul 21.30.

sumber : http://www.jpnn.com/berita.detail-58523

Selasa, 23 Februari 2010

PELECEHAN SEKSUAL DAN PEMERKOSAAN

Pelecehan seksual dan pemerkosaan dapat terjadi pada siapa saja baik pria maupun perempuan. Kasus inipun dapat terjadi pada kamu. Ada beberapa cara untuk menghindarkan diri dari pelecehan dan pemerkosaan dan jika karena suatu sebab kemalangan tersebut menimpa kamu maka janganlah ragu atau malu untuk meminta pertolongan.

Apakah yang disebut pelecehan seksual?

Pelecahan seksual pada dasarnya adalah setiap bentuk perilaku yang memiliki muatan seksual yang dilakukan seseorang atau sejumlah orang namun tidak disukai dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan akibat negatif, seperti: rasa malu, tersinggung, terhina, marah, kehilangan harga diri, kehilangan kesucian, dan sebagainya, pada diri orang yang menjadi korban.

Apa contoh pelecehan seksual?

Banyak sekali, dari siulan nakal seorang pria terhadap wanita yang dikenal atau tidak dikenalnya, lelucon-lelucon cabul yang diucapkan di hadapan sasaran lelucon, perilaku meraba-raba tubuh korban dengan tujuan seksual, pemaksaan dengan ancaman kekerasan atau ancaman lainnya agar korban bersedia melakukan hubungan seksual, dan sebagainya.

Apakah pemerkosaan termasuk dalam pelecehan seksual ?

Ya, perkosaan adalah bentuk pelecahan paling ekstrem.

Apakah korban pelecehan dan pemerkosaan hanya kaum wanita?

Tidak. Pelecehan dan perkosaan bisa terjadi pada siapapun. Kasus di mana wanita menjadi korban memang lebih banyak terjadi, namun pada dasarnya, setiap orang potensial menjadi korban pelecehan dan perkosaan.

Apakah pelecehan dan perkosaan hanya terjadi antar lawan jenis?

Tidak. Dalam banyak kasus, perkosaan dilakukan oleh pria terhadap pria.


Apakah perkosaan hanya dilakukan oleh orang yang dikenal sebagai penjahat?

Tidak. Dalam banyak kasus, perkosaan dilakukan oleh orang sudah sangat dikenal korban, misalnya: teman dekat, kekasih, saudara, ayah (tiri maupun kandung), guru, pemuka agama, atasan, dan sebagainya.

Dalam banyak kasus lainnya, perkosaan dilakukan oleh orang-orang yang baru dikenal dan semula nampak sebagai orang baik-baik yang menawarkan bantuan, misalnya mengantarkan korban ke suatu tempat.

Apakah perkosaan hanya terjadi pada orang tertentu saja, misalnya kamu (wanita) yang sering berpakaian minim?

Tidak. Perkosaan bisa terjadi pada siapapun, termasuk wanita yang mengenakan jilbab dan berpakaian serba tertutup, atau wanita yang telah memiliki sejumlah anak, wanita mengandung, atau bahkan anak-anak.

Apakah kamu (wanita) yang mengenakan pakaian terbuka atau minim lebih rentan terhadap perkosaaan?

Tidak. Perkosaan bisa terjadi pada siapapun. Namun demikian, cara berpakaian minim memang cenderung memperkokoh cara pandang tentang wanita sebagai objek seks, sedangkan perkosaan sendiri lazim terjadi dalam masyarakat yang memandang wanita sebagai pihak yang memiliki derajat rendah serta memiliki fungsi sebagai pemuas nafsu seks pria.

Bagaimana kamu dapat mencegah terjadinya pelecehan pada dirimu?

Pada dasarnya, setiap orang harus menunjukkan bahwa ia tak bersedia dilecehkan. Kamu sepantasnya tidak memberi peluang pada pihak manapun untuk meleceh-kan dirimu. Sebagai contoh, kamu harus menunjukkan sikap tegas pada saat orang lain melakukan tindakan yang menunjukkan tanda-tanda ke arah pelecehan, seperti meminta untuk membuka pakaian atau meraba-raba.

Bahkan sejak kecil, anak sebaiknya diajarkan untuk tidak membiarkan orang lain selain orangtuanya melihat-lihat atau memegang-megang tubuhnya.

Apa yang harus kamu lakukan bila merasa dilecehkan secara seksual oleh orang lain?

Kamu harus menunjukkan penolakan atau perlawanan dengan tegas. Kamu harus menunjukkan ketidaksukaan atau ancaman terhadap pelaku pelecehan. Yang tidak boleh dilakukan adalah mendiamkan pelecehan.

Kamu perlu bercerita kepada pihak lain sejak awal pelecehan terjadi. Dalam banyak kasus, pelecehan dan perkosaan terjadi karena si pelaku merasa korbannya tak berdaya.

Apa yang harus dilakukan bila kamu melihat ada pelecehan terjadi pada orang lain?

Turut menunjukkan penolakan, ketidak-sukaan atau bahkan ancaman terhadap pelaku pelecehan, serta mengajak pihak lain untuk bersama mengecam pelecehan. Pelaku pelecehan umumnya akan berhenti melecehkan bila merasa bahwa banyak orang yang mengetahui tindakannya dan mengecamnya.

Apa yang harus dilakukan bila terjadi perkosaan?

Segera melapor ke polisi. Di kepolisian korban akan diantar ke dokter untuk mendapatkan visum et repertum. Apabila korban takut pergi sendiri ke kantor polisi, ajaklah teman atau saudara untuk menemani.

Kalau terpaksa korban bisa datang ke Rumah Sakit terlebih dahulu agar dokter bisa memberikan surat keterangan, dan meminta dokter menghubungi polisi.

Sebelum menemui dokter, tubuh korban tidak boleh dibersihkan dari bukti-bukti pemerkosaan. Karena itu, korban tidak boleh mandi terlebih dulu sebelum diperiksa dokter. Sperma hanya hidup dalam waktu 2 X 24 jam. Dengan demikian, jangan menunda pelaporan. Korban juga harus menyerahkan pakaian yang dikenakan saat perkosaan terjadi, atau kancing dan sobekan baju pelaku kepada polisi tanpa dibersihkan dulu. Lebih banyak barang bukti yang dapat diserahkan akan lebih membantu pemeriksaaan.

Apa yang harus dilakukan bila kamu tahu adanya perkosaan?

Yang paling penting adalah membantu korban perkosaan. Setelah perkosaan, umumnya korban akan mengalami guncangan jiwa yang hebat. Karena itu korban membutuhkan dukungan dan rasa simpati dari masyarakat. Jangan sampai korban justru dicemooh dan disisihkan.

Kalau perlu, korban dibantu untuk menghubungi salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang memiliki program membantu korban perkosaan. LSM semacam itu umumnya memiliki tenaga terlatih yang akan membantu korban perkosaan, bahkan sampai ke tahap proses peradilan jika memang dikehendaki.

Berapa lamakah korban akan merasakan dampak perkosaaan

Perkosaan adalah salah satu kejahatan paling biadab. Dalam sejumlah kasus, korban kehilangan nyawanya. Dalam banyak kasus lainnya, meski hidup, korban mungkin akan merasakan dampak kejahatan itu seumur hidup.

Masalah yang dihadapi korban akan menjadi semakin rumit seandainya akibat perkosaan ia tertular HIV, atau ia hamil. Bila ia mengandung janin dari si pelaku perkosaaan, secara hukum ia tetap tidak diizinkan menggugurkan kandungan.

Namun, bila ia memutuskan untuk tetap melahirkan, tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa bayi yang dilahirkannya adalah buah perkosaan.

Demikian pula, tidak mudah bagi wanita yang hamil akibat perkosaaan memperoleh suami. Di sejumlah kasus, korban akhirnya menikah dengan pelaku perkosaan. Bagaimanapun, tidak mudah untuk membangun bahtera perkawinan dengan seseorang yang pernah memperkosanya. Karena itu, perkosaan adalah sesuatu yang mungkin mempengaruhi hidup seseorang seumur hidup.

Saran sederhana untuk menjaga diri dari perkosaan?

  • Menunjukkan sikap tegas terhadap segenap bentuk perilaku yang mencurigakan
  • Selalu bersikap waspada
  • Hindari berjalan di tempat gelap dan sunyi
  • Berpakaian sewajarnya
  • Sediakan selalu senjata di dalam tas, seperti misalnya korek api, deodoran semprot, dan sebagainya
  • Jika pergi ke suatu tempat asing, bawa alamat lengkap, denah dan jalur kendaraan sehingga tidak terlihat bingung. Bertanyalah ke tempat-tempat resmi, seperti kantor polisi.
  • Jangan mudah menerima ajakan untuk bepergian atau menginap di tempat yang belum dikenal
  • Jangan mudah menumpang kendaraan orang yang belum dikenal
  • Berhati-hati jika diberi minum orang
  • Pastikan selalu jendela, pintu kamar, rumah, mobil, sudah terkunci dengan baik
  • Belajar beladiri praktis untuk mempertahankan diri ketika diserang
sumber : www.bkkbn.go.id

Minggu, 21 Februari 2010

Ciliwung bikin "ulah" lagi...

Jakarta, -Selama tiga hari terakhir, Jakarta terus didera banjir kiriman dari kawasan hulu. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta pemerintah pusat merehabilitasi lingkungan di hulu dan membangun sodetan di Sungai Ciliwung untuk mengatasi banjir kiriman.

”Banjir kiriman perlu dibagi ke Kanal Timur agar Sungai Ciliwung tidak menampung beban yang terlalu berat. Pemerintah provinsi sudah menyampaikan rencana itu kepada Wakil Presiden Boediono,” kata Fauzi Bowo, Jumat (19/2) di Balaikota DKI.

Menurut Fauzi, di Bidara Cina terdapat saluran pipa PAM lama yang bisa digunakan untuk membuat sodetan dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang. Dari Sungai Cipinang, air itu dapat dialirkan ke Kanal Timur.

Air yang dapat dialirkan melalui bakal sodetan dapat mencapai 50 meter kubik per detik. Namun, saluran pipa PAM lama itu harus diperbesar sehingga menjadi terowongan sepanjang 1,3 kilometer dan harus dibuatkan pintu air untuk mengatur alirannya.

Pemprov DKI sudah mengkaji rencana pembangunan sodetan Sungai Ciliwung. Untuk mewujudkan rencana itu, Pemprov DKI butuh dukungan pemerintah pusat karena kedua sungai itu di bawah kendali pusat.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio mengatakan, banjir masih terjadi di daerah aliran Sungai Ciliwung karena ada penyempitan berupa kelokan dan akibat permukiman liar. Sodetan di kelokan Bidara Cina dan Kebon Baru merupakan salah satu solusi untuk mengatasinya.

Rencana sodetan akan diatur dalam peraturan presiden yang akan terbit tahun ini. Terowongan sodetan selebar 20 meter akan dibangun dengan membebaskan lahan milik warga. Sodetan ini diperkirakan selesai tahun 2012.

Sampai sore kemarin di Jakarta Timur, genangan air di Kampung Pulo, Gang Arus, Jalan Dewi Sartika, dan kawasan Bidara Cina masih setinggi 40-100 cm.

Hingga pukul 18.00 kemarin, air masih menggenangi Jalan Petamburan II dan Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, hingga setinggi 60 cm. Air masuk ke dalam rumah warga, yang letaknya lebih rendah daripada jalan.

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Juaini Yusuf mengatakan, genangan di Petamburan terjadi lantaran tinggi air di Pintu Air Karet, Kanal Barat, pukul 09.40 kemarin mencapai 510 cm. Pada kondisi normal, tinggi air hanya 450 cm. Di Pintu Air Manggarai, ketinggian air mencapai 750 cm dari kondisi normal 400 cm.

Camat Jatinegara Andriansyah mengatakan, ada tiga tempat pengungsian lain. Di bekas Bioskop Nusantara ditampung 476 pengungsi, sedangkan di Masjid Atawabin di RW 7 Kampung Pulo ditampung 176 pengungsi. Di Rumah Sakit Hermina ditampung 125 pengungsi, sedangkan di Sekretariat RW 3 Kampung Pulo ditampung 86 pengungsi.

”Pada pagi hari mereka mendapatkan sarapan gratis dari PMI, pada siang hari dari Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, dan malam hari mendapat makan gratis dari PMI lagi,” tuturnya.

Dokter Mardiansyah menjelaskan, sampai sore itu, sudah 306 pasien diobati di pengungsian bekas Bioskop Nusantara. ”Pasien yang datang umumnya karena batuk pilek, gatal-gatal, dan sesak napas,” ucapnya. Seorang kakek, Amsir (70), dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo karena sesak napas akut.

Fenomena Siput Berbadan Setengah Flora Setengah Fauna

Siput laut Elysia chlorotica tak perlu lagi makan untuk mendapat energi karena bisa mencuri gen untuk menghasilkan klorofil, dan mencuri kloroplas sehingga bisa berfotosintesis dengan klorofilnya itu

Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya, siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan.

Para ilmuwan memperkirakan, siput cerdik tersebut mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen "curian", mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

"Hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa," kata Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik tersebut, yang telah resmi dinamakan Elysia chlorotica, selama 20 tahun.

Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 Januari 2010, pada pertemuan tahunan Komunitas Integratif dan Perbandingan Biologi di Seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal Science. "Ini pertama kalinya hewan multiseluler bisa menghasilkan klorofil," tutur Pierce.

Siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Selain "mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.

"Kami mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan," kata Pierce, "Asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan)."

Para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.

Anak-anak dari siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa "mencuri" cukup kloroplas. Sejauh ini, kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum bisa memastikan, bagaimana hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.

"Mungkin saja DNA dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui," ungkap Pierce.

sumber : http://sains.kompas.com

Kenapa Nyamuk Suka Menghisap Darah Kita?


Mengapa nyamuk suka mengerubungi tubuh dan pakaian kita? Untuk menjawab pertanyaan itu, pakar kimia ekologi Walter Lear meneliti apakah manusia menghasilkan semacam bau yang mengundang nyamuk. Ia dan para koleganya menemukan zat yang mereka cari, yakni nonanal, zat yang dihasilkan manusia dan burung-burung yang mengeluarkan aroma yang mengundang nyamuk Culex.

Ia awalnya melakukan percobaan pada dirinya sendiri. "Aku mengukur kadar pada diriku sendiri," kata Leal. Rekannya menempelkan alat seperti suntikan pada kulitnya, lalu dibungkus dengan aluminium foil agar terisolasi. Setelah sejam, ujung suntikan itu dimasukkan ke suatu alat untuk mengukur kadar nonanal.

"Ternyata tubuhku menghasilkan cukup banyak (nonanal)," kata Leal, "Saya rasa tubuh saya melepaskan 20 nanogram (nonanal) per jam. Itu termasuk tinggi."

Kini Leal sadar bahwa inilah alasan kenapa dulu ketika ia di Meksiko, walaupun sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, ia tetap diburu nyamuk.

"Banyak sekali nyamuknya, saya hampir tak percaya," ia bernostalgia, "Aku menyemprotkan Deet (anti nyamuk) di mana-mana, sampai di rambutku. Dan waktu pagi aku sadar nyamuk-nyamuk bahkan menggigit menembus kaos kakiku, padahal cukup tebal. Kalau kelewatan satu titik saja, maka pasti ditemukan nyamuk, lalu digigit. Nyamuk bahkan bisa menggigit menembus jeans, selama mereka tahu di baliknya ada pembuluh darah. Mereka juga bisa mendeteksi panas tubuh."

sumber : http://sains.kompas.com